
5th World Congress for Constitutional Justice
Bali, Indonesia, 4th – 7th October 2022
CASE STUDY
Congress Indonesia mendukung World Congress for Constitutional Justice

Latar Belakang:
Pada tanggal 4–7 Oktober 2022, Konferensi Dunia tentang Keadilan Konstitusional mengadakan Kongres ke-5 dengan topik “Keadilan Konstitusional dan Perdamaian” yang diselenggarakan oleh Mahkamah Konstitusi Indonesia. Acara ini menyatukan 119 Mahkamah Konstitusi, Dewan, dan Mahkamah Agung dari Afrika, Amerika, Asia, Australia/Oseania, dan Eropa.



Kebutuhan Klien:
Karena acara ini merupakan Kongres internasional yang dihadiri delegasi dari berbagai negara, klien memerlukan solusi interpretasi simultan yang dapat: Memfasilitasi 8 bahasa, menyediakan team yang bekerja di lokasi, dan mendistribusikan audio interpretasi kepada ratusan delegasi.



Solusi Kami:
Sebuah solusi interpretasi simultan lengkap dari awal hingga akhir yang mencakup interpretation booth kedap suara Audipack yang sesuai standar ISO, dilengkapi dengan Bosch Interpreter Desk, serta receiver Infrared Integrus dengan headphone. Dengan pengaturan ini, para delegasi di seluruh ruangan dapat mengenakan headset, memilih bahasa yang diinginkan, dan mendengarkan hasil interpretasi dengan jelas.
Peralatan:
-
7 x Interpretation Booth Kedap Suara Silent 9300 sesuai standar ISO
-
515 x Receiver Infrared Integru
-
14 x DCN NG Interpreter Desk
Bahasa:
Arab, Inggris, Perancis, Jerman, Portugis, Rusia, Spanyol, dan Indonesia.






Setup Kami:
Setup kami berubah-ubah sepanjang acara yang berlangsung selama beberapa hari. Pada hari pertama, kami menempatkan enam interpretation booth yang tersebar di tiga ruangan, dengan pasangan bahasa yang berbeda untuk tiap sesi di setiap ruangan. Pada hari ke-2 dan ke-3, tujuh interpretation booth dipasang di aula utama. Hal ini membutuhkan perpindahan dan konfigurasi ulang secara cepat dari berbagai setup di ruang yang berbeda.
“Keberhasilan suatu acara sangat bergantung pada kemampuan team yang bertanggung jawab untuk dengan cepat menyesuaikan diri terhadap perubahan mendadak. Hal ini sangat terasa selama WCCJ ke-5.”
- Paula Luciana, Event Producer











